Terimakasih, Maaf, dan Selamat Jalan

Hari terakhir di tahun 2018,
yang masih harusĀ  berkutat dengan sesuatu
yang dipilih dan digumuli sendiri.

Tapi tak mengapa,
kata orang menderita karena pilihan adalah bentuk kemewahan,
bila bukan pemberontakan.

Terimakasih
telah mengizinkan untuk belajar dan bertumbuh,
dengan segala eforia sekaligus ketidaknyamanannya.
Duri-duri yang menusuki kanan-kiri,
ternyata hadir untuk suatu guna.

Memaklumi bahwa hidup adalah perjalanan menyambung titik.
Bertemu, berpisah, menemukan dan melepaskan.
Haru sekali bila mengingat
bahwa panjang dan pendeknya waktu
hanyalah soal persepektif.

Terimakasih
untuk hal-hal yang hanya bisa dipelajari dalam diam dan kesunyian.
Terlebih,
terimakasih telah menjadi teman-teman perjalanan yang begitu setia.
Sebagian, bahkan bisa disebut sahabat jiwa.

Terimakasih,
maafkan,
semoga kita masih bisa terus bergandengan tangan
dalam perjalanan-perjalanan di depan.

Selamat jalan.

Juga,

selamat datang.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *