Ode Untuk Jakarta

Jakarta: If you can make it here, you can make it everywhere. Well, sort of. 

COBALAH mengecek feeds media sosial kita di pagi hari—dan cari kata “Jakarta”. Berbagai keluhan mulai dari macet menggila, polusi kendaraan bermotor, minimnya ruang gerak bagi pejalan kaki, transportasi umum yang tak layak pakai—semua keluhan membanjir di sana, seakan-akan Jakarta adalah ibu tiri kejam yang menyiksa kita anak-anaknya. Jakarta adalah kota yang membuat sebagian hidup orang tidak produktif dan berkurang kualitasnya. Bila benar begitu, betapa menyedihkannya kehidupan kita yang tinggal di kota sejuta mimpi ini bukan?

Nyatanya bagi sebagian besar kita, Jakarta tetaplah tujuan favorit untuk menggantungkan cita-cita, menemukan harapan, kesempatan hidup, membangun masa depan, membina pertemanan—bahkan bertemu pasangan hidup. Jakarta bukan lagi melulu soal tempat, melainkan simbol—akan keberhasilan, peleburan dan kerja keras. If you can make it here, you can make it everywhere. Sounds familiar?

Di luar semua kekurangannya, kota ini telah memberi kita begitu banyak hal dan kesempatan. Balasannya? Kita bahkan tidak bisa menahan diri untuk tidak meracau atau mengeluh sedikit saja dalam sehari tentang kota yang hampir berusia setengah milenium ini (termasuk pemimpin-pemimpin barunya yang… gitu deh).

Setuju, bila kota ini memiliki banyak pekerjaan rumah. Butuh perbaikan sistem, mulai dari tata kota, transportasi, keamanan—dan yang paling penting, tentu saja disiplin warganya. Tidak perlu menghayal kota ini akan membaik hanya dengan memilih salah satu kandidat gubernur yang poster dan spanduknya sedang ramai mewarnai (atau tambah mengotori?) setiap sudut kota. Jangan bilang cinta Jakarta, bila kita sendiri merasa enggan berpartisipasi, mulai dari melakukan hal-hal baik dan sederhana dari rumah atau kantor sendiri atau menularkan semangat merawat itu kepada siapapun yang ada di sekeliling kita. Bayangkan hasilnya bila bersungguh-sungguh melakukannya.

Mulai sekarang, anggaplah Jakarta sebagai pacar. Bukan hanya daya tariknya yang bikin kita jatuh cinta, tapi juga satu paket dengan segala kekurangannya. Tentang bagaimana kita rela untuk “work things out” agar hubungan kita bisa berhasil. Selamat Ulang Tahun, Jakarta!

I love you so much that it hurts! 🙂

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *